siang begitu terik matahari membakar ubun ubun gesekan dengan sendal membuat telapak kaki kian terasa memanas jalanan ramai orang -berlalu lalang ,takdir memulai........
sebuah perpisahan dimana rindukan di temukan sebuah perpisahan mencari tuhan. Si cantik nan jelita meneteskan sebuah perpisahan,ibu mana yang rela akan sebuah perpisahan?
Namun, demi agama pergilah ke negri orang apa yang akan di capai nya ibu pun merelakan lalu bergegaslah ibu mempersiapkan kebutuhan yang akan di bawa oleh putrinya, merantau ke negri orang.
" rasanya baru kemarin ku timang, kini sudah ku antar merantau". Rencana tuhan memang indah maka kenalilah Tuhannya.
Hari ini adalah hari yang paling menyedihkan saat pertama kalinya diriku terbuang di negri orang.
Usiaku masih muda,namun...jiwaku seakan dipaksa agar tidak terus bergantung pada orang tua.Berpisah dengan orang yang ku sebut pahlawan aku tak bisa menahan bendungan airmata yang terus mengalir seakan berkata "aku benci perpisahan".
Tibalah di keramaian di negri orang. Tak kenal lingkungan,jabatan salampun bergantian. Waktu sepertinya terlalu cepat ibu dan ayah pun ikut berlalu.......
Datanglah kawan yang sebaya dengan ku dia menyapaku sembari bertanya "siapa namamu?"
Ada seseorang yang ku sebut mawar aromanya indah namun menusuk perlahan ,takdir mempertemukan sehingga aku selalu bersama kemana pun kita pergi.Ketika ituaku dan dia jajan di sebuah kantin dekat pondok kami pun berbincang aku nyaman dekat mu karna kamu baik.
Hari yang indah aromanya terus merekah bagaikan bunga yang tak pernah membusuk ,di negri orang aku hidup bersamanya...
Namun aku lupa akan tangkainya yang melukai kapan saja ,tak selamanya yang indah dapat di genggam.
~Tuhan menciptakan hanya untuk di pandangi kehidupan yang singkat ini mengajarkan ku bahwa tidak ada yang abadi perjuangan hidup tidak lah senantiasa memihak,aku tersisihkan,aku dilukai oleh lisan nya.Kau yang ku kenal seakan berubah menjadi bangkai.
Kehidupan memutarkan roda memojokkan sebuah kesalahan,aku benar benar tak beranggap bagikan debu yang terhampar angintak berarah ,tak unjuk guna dan tak ada manfaatnya.Membesarkan masalah tanpa adanya kesalahan.
Ingin ku perbaiki "tuhan kembalikan mawarku potong saja durinya agar tetap di rasakan aromanya tanpa melukai orang yang menggenggamnya."